Ah betapa sunyi dunia Rana… Kecemasan terus datang bertubi-tubi menusuk-nusuk kalbu Ibu. Pertanyaan yang kerap berputar-putar di kepala tanpa tahu jawabannya apa dan bagaimana. Saya hanya ingat yang dikatakan dokter tentang kondisi Rana, “pusat pendengarannya terganggu…” Saya selalu mengajak Rana ngobrol, walaupun Rana tak pernah bergeming mendengar suara saya. Sangat berbeda ketika sebelum “serangan ensefalitis” …