“Terima kasih” merupakan salah satu kata sakti yang diajarkan sejak kita kecil, berbarengan dengan kata “maaf” dan “tolong”.
⠀
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), “terima kasih” (penulisan yang benar dipisah ya, bukan “terimakasih”) memiliki arti:
te·ri·ma ka·sih n rasa syukur;
ber·te·ri·ma ka·sih v mengucap syukur; melahirkan rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan dan sebagainya.
⠀
Apakah ungkapan terima kasih hanya berlaku untuk orang lain di luar diri kita? Mengapa, ya, kita tidak diajarkan untuk berterima kasih pada diri sendiri? Coba ingat-ingat pernahkah kita berterima kasih atau kapan terakhir kita bilang terima kasih pada diri sendiri?
⠀
Diri kita pernah mengalami masa-masa penuh tantangan, dan berhasil melewatinya.
Diri kita pernah mengalami hal-hal sulit, dan lolos menjalaninya.
Diri kita sering jatuh tersungkur, tapi kemudian mampu berdiri tegak kembali.
Diri kita pernah menangis menahan perihnya luka yang mencabik hati. Namun kemudian menghapus air mata, dan menggantinya dengan senyum optimis menjalani hari.
⠀
Heeeei…. ternyata diri kita itu tangguh. Berterimakasihlah pada diri atas ketangguhannya sampai kita berada di titik ini.
⠀
Tak lupa, bersyukur karena
Al-Qawiyyu, Allah Maha Kuat, telah menganugerahi diri kita kekuatan.
⠀
❤❤❤
⠀
